Kamis, 29 Mei 2014

As of July 2012 , according to the data AIDS Commission ( NAC ) Sambas district , recorded 204 people living with HIV / AIDS

As of July 2012 , according to the data AIDS Commission ( NAC ) Sambas district , recorded 204 people living with HIV / AIDS

img130920121158711
Vice Regent  DR Pabali Musa
 As of July 2012 , according to the data AIDS Commission
( NAC ) Sambas district , recorded 204 people living with HIV / AIDS .
Worse yet , about 47 percent of that amount are  patient women . NAC noted that there are 96 infected women in Sambas ( Terigas ). Of these , according to them , the existence of population groups that are not at risk of contracting by 46 housewives , where they contracted the disease from her husband . Then as many as 12 innocent babies of infected biological mother .
The data is exposed to the Implementation Coordination Meeting Preparation World AIDS Day in Sambas district , early December in the Multipurpose Meeting Room Sambas District Office , Wednesday ( 12/9 ) . Vice Regent
of Sambas- Pabali Moses opened meeting  . In his speech , he stated that the Sambas regency through the NAC , has been trying to implement a program of prevention and control of HIV / AIDS to the general public .
Key vulnerable populations and populations vulnerable to the deadly virus . "If we examine , based on the phenomenon of the iceberg , it is women who are infected with HIV and AIDS , there are about 9,600 people , infected mothers , there are about 4,600 mothers and children infected numbered about 1,200 children , " he said .If this is not to be addressed quickly and handling,
Vice Regent- DR Pabali Musa worries  the next 10 years , estimates  could reach 120 thousand children are infected with this deadly virus .
The impact of the domino effect , according Pabali-
Vice Regent , is the development of a new generation becomes blocked or the loss of the next generation in Sambas district . " In line with the theme of the World AIDS HIV , Protect Women and Children of HIV and AIDS , I as Local Government Sambas District invites all parties , all the components and elements of society , to play an active role in improving protection for women . Women vulnerable to HIV infection , and it is most impact on children , " he invited .

Wabup (
Vice Regent ) remind all parties to remove the stigma and discrimination and increase the participation of men or husbands , in the fulfillment of women's reproductive rights . Man or husband , according to him , have an important role for reproductive health care for herself and her partner .

http://www.arc-atmajaya.org/sumber-pengetahuan/the-news/kliping/berita-nasional/23-ibu-dan-anak/67-204-penerita-hiv-aids-kabupaten-sambas
Hingga Juli 2012, sesuai data Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Sambas, tercatat 204 penderita HIV/AIDS. Parahnya lagi, sekitar 47 persen dari jumlah tersebut adalah penderita wanita. KPA mencatat terdapat 96 orang wanita terinfeksi di Bumi Terigas ini. Dari jumlah tersebut, menurut mereka, adanya kelompok populasi yang tidak berisiko tertular sebanyak 46 ibu rumah tangga, di mana mereka tertular dari suaminya. Kemudian sebanyak 12 bayi yang tidak berdosa tertular dari ibu kandungnya.

Data tersebut terekspos pada Rakor Persiapan Pelaksanaan Peringatan Hari AIDS Sedunia di Kabupaten Sambas, awal Desember mendatang di Ruang Rapat Serbaguna Kantor Bupati Sambas, Rabu (12/9).  Rakor dibuka Wakil Bupati Sambas Pabali Musa. Dalam sambutannya, dia menyatakan bahwa Pemkab Sambas melalui KPA, telah berupaya melaksanakan program pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS ke masyarakat umum.

Populasi kunci yang rawan dan populasi rentan terhadap virus mematikan itu. “Kalau kita kaji, berdasarkan fenomena gunung es, maka wanita yang terinfeksi HIV dan AIDS sudah ada sekitar 9.600 orang, ibu yang terinfeksi sudah ada sekitar 4.600 ibu, dan anak-anak yang terinfeksi berjumlah sekitar 1.200 anak,” ungkap dia.
Jika hal ini tidak segera mendapat perhatian serius dan penanganan secara cepat, Wabup khawatir 10 tahun mendatang, estimasi perkiraannya bisa mencapai 120 ribu anak yang terjangkit virus mematikan ini.

Dampak efek dominonya, menurut Pabali, adalah pembangunan generasi baru menjadi terhambat atau hilangnya generasi penerus di Kabupaten Sambas. “Selaras dengan tema peringatan HIV AIDS Sedunia, Lindungi Perempuan dan Anak dari HIV dan AIDS, saya selaku Pemerintah Daerah Kabupaten Sambas mengajak semua pihak, semua komponen dan elemen masyarakat, untuk berperan aktif dalam meningkatkan perlindungan bagi perempuan. Perempuan rentan terinfeksi HIV dan hal ini sangat berdampak terhadap anak,” ajak dia. Wabup mengingatkan agar semua pihak tetap menghapus stigma dan diskriminasi serta meningkatkan partisipasi laki-laki atau suami, dalam pemenuhan hak reproduksi perempuan. Laki-laki atau suami, menurut dia, mempunyai peran yang penting untuk ikut menjaga kesehatan reproduksi dirinya dan pasangannya. (har)


sumber : pontianak post online

Tidak ada komentar:

Posting Komentar