Senin, 26 Mei 2014

A total of 2,448 residents of Pontianak in West Borneo Province tested positive for HIV / AIDS


2.448 Warga Pontianak Kalimantan Barat
Positif HIV/AIDS


A total of 2,448 residents of Pontianak in West Borneo  Province tested positive for HIV / AIDS 


A total of 2,448 residents of Pontianak in West Kalimantan Province tested positive for HIV / AIDS .
" The amount is made ​​up of 1,588 people with HIV and AIDS 860 people , " said Deputy Mayor Paryadi Pontianak in Pontianak , on Tuesday.
With these figures , said Paryadi , Pontianak has been awarded the organization of attention and commitment to the AIDS response in the city .
" It is difficult in the midst of a negative stigma for persons with AIDS , " said Paryadi .
According Paryadi , in HIV / AIDS requires awareness and mutual understanding .
" Because HIV / AIDS is not a problem on one side only , which must interact with those who set aside . Rather well , the person who set aside that need attention , " said Paryadi .
Judge himself , if people affected by HIV / AIDS were excluded , they end up thinking affected not only herself but others also should be exposed to the deadly virus .
" Well , if we are wrong in dealing with it, " said Paryadi .
Paryadi said , in treating people living with Aids ( PLWHA ) does not have to put them aside . Like, who does not want to eat there one place they are infected with AIDS .
" In fact there is a fear of contact with that person , it could be if we do not understand the transmission of Aids . Due to transmission of HIV / AIDS is not only the element of intent , but of sexual behavior , promiscuity and drug repeatedly with a syringe , " said Paryadi .
Together with the National AIDS Commission ( NAC ) Pontianak people living with HIV is supposed to be helped .
Even so , he added , in response to HIV / AIDS not only can be done in only one way , by people who were just but a lot of roads that need to be done .
" For example, with a debriefing of religion , and had to build a portion of its reduction .
The victims are also children who are innocent , " said Paryadi .
Based on key data held KPA Pontianak , there are at least 186 active IDUs are very risky to transmission of HIV / AIDS .
Then , there are as many as 457 sex workers were vulnerable to contracting HIV / AIDS . But they are not carrying the virus because they always use a condom .
" Instead of a smooth operator whose number are  estimated at about 6,000 people in Pontianak subscribed the sex workers , " said NAC Daily Executive Pontianak Multi Juto Bhatarendro .
Multi asserted , risky sexual and drug needle exchange is a major contributor to HIV transmission in Pontianak .
" So the number of cases to be significant in increasing HIV cases from year to year , " said Multi .


Sebanyak 2.448 orang warga Kota Pontianak Provinsi Kalimantan Barat dinyatakan positif HIV/AIDS.

"Jumlah tersebut terdiri dari 1.588 orang HIV dan 860 orang AIDS," ungkap Wakil Wali Kota Pontianak Paryadi di Pontianak, Selasa.

Dengan angka tersebut, kata Paryadi, Kota Pontianak telah diberikan penghargaan atas penyelenggaraan dan komitmen atas perhatian penanggulangan AIDS di kota itu.

"Itu merupakan hal sulit di tengah stigma negatif kepada penyandang AIDS," kata Paryadi.

Menurut Paryadi, dalam penanggulangan HIV/AIDS membutuhkan kesadaran dan pemahaman bersama.

"Karena HIV/AIDS bukanlah persoalan yang di satu sisi saja, di mana harus berinteraksi dengan orang yang disisihkan. Melainkan juga, orang yang disisihkan itu membutuhkan perhatian," jelas Paryadi.

Dirinya menilai, jika orang yang terkena HIV/AIDS itu tersisihkan, mereka akhirnya berpikir bukan hanya dirinya yang terkena tetapi orang lain juga harus terkena virus mematikan itu.

"Nah, itu jika kita salah dalam menangani hal itu," tegas Paryadi.

Paryadi mengatakan, dalam memperlakukan orang yang hidup dengan Aids (ODHA) tidaklah harus dengan menyisihkan mereka. Seperti, ada yang tidak mau makan satu tempat dengan mereka yang terinfeksi AIDS.

"Bahkan ada yang takut bersentuhan dengan orang tersebut, bisa jadi jika kita tidak memahami penularan Aids itu. Karena penularan virus HIV/AIDS bukan saja unsur kesengajaan, tetapi dari perilaku seksual, gonta ganti pasangan dan narkoba dengan menggunakan jarum suntik," jelas Paryadi.

Bersama dengan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Pontianak para ODHA sudah seharusnya ditolong.

Meski begitu, tambahnya, dalam penanggulangan HIV/AIDS tidak hanya bisa dilakukan dengan satu cara saja, oleh orang-orang yang itu saja tetapi banyak jalan yang harus dilakukan.

"Misalnya saja dengan pembekalan agama, dan harus membangun porsi untuk penanggulangannya.

Yang menjadi korban juga anak-anak yang tidak berdosa," kata Paryadi.

Berdasarkan data kunci yang dimiliki KPA Kota Pontianak, terdapat sedikitnya 186 orang pengguna jarum suntik aktif yang sangat berisiko terhadap penularan virus HIV/AIDS.

Kemudian, ada sebanyak 457 orang pekerja seks yang rawan tertular HIV/AIDS. Tetapi mereka bukan pembawa virus karena mereka selalu menggunakan kondom.

"Melainkan para pria hidung belang yang jumlahnya diperkirakan sekitar 6.000 orang khusus di Kota Pontianak yang menjadi langganan para pekerja seks tersebut," ungkap Pelaksana Harian KPA Kota Pontianak Multi Juto Bhatarendro.

Multi menegaskan, hubungan seksual beresiko dan pertukaran jarum suntik napza adalah penyumbang utama penularan kasus HIV di Kota Pontianak.

"Sehingga angka kasus menjadi signifikan dalam meningkatkan kasus HIV dari tahun ke tahun," jelas Multi.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar